Beranda » Terlampau Sadis, HRD PT. Alliance Consumer Product Indonesia Diduga Terlibat Lakukan Pungli Perpanjangan Kontrak Kerja

Terlampau Sadis, HRD PT. Alliance Consumer Product Indonesia Diduga Terlibat Lakukan Pungli Perpanjangan Kontrak Kerja

Simalungun, SUMUT – gardanasionalnws.com

Mengacu pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, Tentang ketenaga kerjaan dimana Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Beda halnya dengan Oknum Personalia/HRD dari PT. Alliance Consumer Product Indonesia yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dengan inisial MR. MR memanfaatkan jabatannya untuk melakukan dugaan pungutan liar atas perpanjangan masa kontrak kerja kepada pekerja lokal yang bekerja di PT. Aliance.

Selain itu, MR dengan sengaja melakukan intimidasi kepada pekerja dan tidak segan-segan MR melakukan pemotongan hasil upah pekerja tanpa ada pemberitahuan kepada pekerja.

MR juga melakukan pemecatan tanpa ada hasil penilaian (PIE) atas hasil evaluasi kinerja bagi pekerja yang berada di PT. Alliance Consumer Product Indonesia, itu di lakukan MR apabila pekerja tidak memberikan sejumlah uang untuk perpanjangan kontrak kerja.

Hal itu di ungkapkan salah seorang sumber yang dapat di percaya, Rabu tanggal 21/06/2023. Melalui sambungan selulernya kepada awak media sumber membenarkan MR melakukan pemecatan tanpa ada penilaian kinerja dan meminta sejumlah uang untuk dapat perpanjangan masa kontrak kerja.

“PT. Alliance Consumer Product Indonesia menggunakan pekerja dan melakukan perpanjangan selama 3 bulan sekali, kami ada 7 orang yang di panggil keruangan untuk perpanjangan masa kontrak kerja. MR minta uang 10 juta untuk Sambung kontrak kerja, yang 6 orang itu lulus, karena aku gak punya uang aku di keluarkan dari PT. Alliance Consumer Product Indonesia, bang”, beber sumber.

Baca Juga :  SMAN 3 Torgamba Labusel Diduga Lakukan Pengutipan Yang Mengikat Pada Siswanya

Sumber menambahkan selama berkerja belum pernah melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan dan pemotongan upah gaji yang di terima cukup besar.

“Aku tanya sama 4 orang supervisorku bang, ke 4 nya bilang gak ada kesalahanku dan kinerjaku bagus, tapi kenapa aku saja yang di berhentikan sama MR itu, bang. Udah itu mengenai pemotongan gajiku juga cukup besar, ku tanya sama MR potongan apa dan kok besar kali, gak bisa di jawabnya bang”, beber sumber.

sebelumnya awak media sudah pernah mengungkap permasalahan yang berada di PT. Alliance Consumer Product Indonesia diantarnya, PT. Aliance tidak memberikan slip gaji dan terkesan semena-mena terhadap karyawan. Pada saat terbongkarnya permasalahan tersebut management PT. Alliance Consumer Product Indonesia melalui HRD nya bernama Dian memohon kepada jajaran redaksi untuk tidak mempublikasikan ke Publik segala kebobrokkan yang ada di PT. Alliance Consumer Product Indonesia

Baca Juga :  Polda Sulsel Gelar Pembinaan Tradisi Tiga Pilar

Selain itu, PT. Alliance Consumer Product Indonesia memohon agar berita yang sudah di publis untuk di turunkan, namun jajaran redaksi menolaknya. Dengan bantuan Direktur PT. Macan Bapak Kasim yang juga sebagai rekanan perekrutan pekerja PT. Aliance, Bapak Kasim memohon kepada jajaran redaksi untuk di bantu.

Namun sangat di sesalkan peristiwa yang sebelumnya terjadi bukan menjadi pembelajaran untuk perbaikan, PT. Alliance Consumer Product Indonesia malah mengulang kembali perbuatan yang sama dan atas hal yang di lakukan management PT. Alliance Consumer Product Indonesia masyarakat meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) mengungkap dugaan pungutan liar (pungli) yang beredar di PT. Aliance dan dinas tenaga kerja memberikan sanksi keras terhadap PT. Alliance Consumer Product Indonesia.

Menyikapi adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) di PT Alliance Consumer Product Indonesia, APH, Dinas Ketenagakerjaan, PT. KINRA dan Management PT. Alliance Consumer Product Indonesia belum dapat di konfirmasi secara langsung, akan tetapi awak media akan berusaha melakukan konfirmasi secara langsung kepada pihak yg tersebut di atas.

(Fernando Panjaitan).

Tinggalkan Balasan