Beranda » Neon Box Dan ABT RS. Sri Pamela Di Duga Tak Berijin, Kadis Perijinan : Retribusi Dibayar, Ijin Harus Ada

Neon Box Dan ABT RS. Sri Pamela Di Duga Tak Berijin, Kadis Perijinan : Retribusi Dibayar, Ijin Harus Ada

TEBING TINGGI – gardanasionalnews

PT. Sri Pamela Medika Nusantara (PT.SPMN) yakni pada RS. Sri Pamela Tebing Tinggi lagi menjadi sorotan, lantaran sejumlah ijin tidak dimilikinya.

Kadis DPMPTSP Kota Tebing Tinggi H. Surya Darma Panjaitan mengatakan ijin harus di urus walau retribusi telah dibayar. Hal itu disampaikan nya melalui Telphone via WhatsApp. Pasalnya dari beberapa ijin seperti ijin Air Bawah Tanah (ABT), kemudian Ijin Neon Box yang dibuat di sepanjang jalan depan RS. Pamela belum memiliki ijin.

Untuk hal tersebut, menurut DPMPTSP Kota Tebing Tinggi tidak ada mengeluarkan ijin tersebut, melainkan permohonan lainnya yakni ijin operasional Rumah Sakit.

“Untuk ijin Neon Box belum ada yang kami keluarkan, walau pun retribusi dibayarkan tetap harus ada ijin nya yang di tunjukkan dengan sertifikat,” jelas Surya darma.

Lanjut Kadis Perijinan, untuk ijin ABT RS. Sri Pamela juga tidak ada sama Dinasnya, melainkan pada kementerian ESDM di Provinsi Sumut.

Kadis BPK PAD Kota Tebing Tinggi melalui Kabid Perpajakan Heri Barus mengatakan, untuk retribusi Neon Box belum dibayarkan, namun surat sudah dilayangkan kepada PT. SPMN yakni dirumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi.

Baca Juga :  Bulan Bhakti Polri Presisi dan Sambut HUT Bhayangkara ke-77 Tahun 2023, Polres Labusel Berbagi Berkah

“Retribusi Neon Box belum ada laporan pembayaran dari RS Sri Pamela, sebab surat terkait hal itu sudah kami sampaikan, namun belum ada informasi terkait pembayaran,” kata Heri saat di hubungi Via WhatsApp.

Lanjut Heri, nanti akan kami cek lagi, tetapi memang sampai hari ini belum ada dilakukan pembayaran retribusi Neon Box.

Saat dikonfirmasi Kasi Humas RS. Sri Pamela Tebing Tinggi Agus Muslim Ray, Ners mengatakan, ijin Neon Box dan ABT itu masih dalam pengurusan.

“Saya baru minta data kepada Management RS. Sri Pamela, soal ijin dan retribusi menunggu petunjuk dari kantor pusat (PT SPMN), soal pembayaran retribusinya,” jelas Agus.

Disinggung soal ijin ABT, Agus menjelaskan bahwa ijin tersebut sudah ada pada waktu masih dibawah PTPN III saat itu.

“Memang yang saya dengar, dulu waktu masih PTPN III, ijin (ABT) tersebut ada, tetapi tidak nampak di kantor pusat (PT. SPMN), untuk itu kami akan mengurusnya kembali,” terang Humas Agus Muslim.

Keterangan foto : “Neon Box“ yang dipasang di depan Rumah Sakita Sri Pamela Tebing Tinggi Diguda belum memiliki Ijin.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Penggiat Anti Korupsi Republik Indonesia (DPP PAK-RI) menyebutkan, pihak PT SPMN atau RS Sri Pemela ini sudah berulang kali melakukan dugaan tindak pidana, contoh kasus limbah B3 yang sampai hari ini masih dalam proses hukum di Mapolda Sumatera Utara, kemudian soal ijin Neon Box dan ABT kami menduga tidak memiliki ijin dari dinas terkait.

Baca Juga :  Polres Simalungun Melalui Polsek Bosar Serahkan Bansos Kepada Ibu Asnah Br Nasution Yang Rumahnya Tak Layak Huni

“Kami melihat PT SPMN dan RS. Sri Pamela ini memang perusahaan yang kurang baik, sebab kami dengar banyak ijin yang tidak ada di industri kesehatan itu,” Pungkas Dewanto.

Kemudian, Dewanto menyebutkan pihak PT. SPMN ini memang terkesan tidak produktif soal ijin-berijin, sebab banyak ijin yang selayaknya ada malah tidak berijin sama sekali, dan ini kami duga sudah berpuluh-puluh tahun lamanya.

“Kedepan, kami akan surati APH untuk meminta periksa pihak PT SPMN dan RS Sri Pamela terkait seluruh ijin yang ada di sana,“ ucap Dewanto Ketua DPP PAK-RI.

Tambahnya, Patut kami duga, pihak PT SPMN telah melanggar Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air, pengambilan air tanah tanpa dilengkapi dokumen Surat Izin Pengambilan Air (SIPA). TIM

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: